Paparan Dasar-Dasar Jurnalistik oleh Alman Eko Darmo Seorang Wartawan Senior

PATI – Kamis(16/05) – Dalam penyampaian materi pada pelatihan SID, hadir pula dalam pemberian paparan materi yaitu Alman Eko Darmo, seorang wartawan senior di Kabupaten Pati. Paparan materi tentang dasar-dasar sebagai jurnalis dalam lingkup pemerintah desa telah di paparkan Alman Eko Darmo sebagai pengampu kejurnalisan kepada operator SID saat memberikan materinya.

Jurnalis adalah sebuah proses penulisan dan penyebaran berita atau informasi yang terangkum dalam berita yang nantinya dituangkan dalam sebuah media, entah itu media cetak, elektronik atau audio visual bahkan video.
Jurnalis bisa dikatakan sebuah proses aktivitas mencari, mengolah, menulis, dan menyebar luaskan informasi yang akurat kepada publik melalui media massa.
Jurnalis bisa disebut juga dengan wartawan yang sama pengertiannya dengan jurnalis yaitu kegiatan mencari berita, menikmati, menulis dan menyebar luaskan atas kebenaran berita tersebut kepada publik.
Kekebalan jurnalis itu tidak bisa serta merta dituntut oleh obyek berita. Obyek hanya bisa memberikan hak jawab kepada pimpinan media dan redaksi tersebut, apabila dalam penulisan seorang jurnalis ada yang dianggap salah oleh obyek
berita, maka jurnalis itu sendiri bisa menghapus kalimat tersebut dan menyebarluaskan kembali kepada publik.

Ada 3 (tiga) produk jurnalis yang perlu diketahui yaitu berita (wartawan), artikel atau opini (ditulis oleh pakar atau masyarakat yang bisa menulis dengan dibarengi fakta yang ada) dan featur (ditulis oleh wartawan dengan obyek tokoh-tokoh terkenal atau bisa tentang kemanusiaan).

Untuk menulis berita yang di sebarluaskan kepada publik, seorang jurnalis harus mempunyai kunci dalam menulis sebuah artikel berita tersebut, kunci tersebut bisa disebut dengan 5W + 1H.
5W + 1H dalam pemaparannya adalah :

1. W = WHO – Siapa? (Obyek berita, pelaku atau korban)
2. W = WHAT – Apa? (Apa yang terjadi pada lokasi, kejadian atau peristiwa apa yang benar-benar real pada lokasi)
3. W = WHEN – Kapan? (Kapan terjadinya peristiwa tersebut, hari, tanggal dan jam terjadinya peristiwa. Ini bisa mengandalkan kepekaan jurnalis kepada peristiwa yang terjadi)
4. W = WHERE – Dimana? (Dimana lokasi terjadinya peristiwa tersebut)
5. W = WHY – Mengapa? (Mengapa terjadi peristiwa tersebut?, apa penyebabnya? atau bisa menambil rumusan sebab dan akibat)
6. H = HOW – Bagaimana? (Bagaimana proses terjadinya peristiwa tersebut)

Demikian kunci terapan yang digunakan oleh jurnalis dalam menulis berita dan telah disampaikan oleh Alman Eko Darmo.

Jurnalis harus bisa datang langsung ke tempat kejadian atau bisa langsung konfirmasi kepada obyek tentang peristiwa yang terjadi dengan tujuan agar informasi yang dihimpun dan disebarluaskan oleh media tersebut kepada publik
adalah benar-benar peristiwa yang nyata, bukan hasil dari imajinasi dari jurnalis tersebut.

Dalam menulis berita, jurnalis menggunakan sistem Piramida Terbalik, yaitu inti dari berita atau pokok berita, alinia yang penting di dahulukan dengan tujuan agar publik mengetahui dan ikut terfokus kepada berita yang di beritakan oleh jurnalis. (Har)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan