Mencatat Indonesia Dalam Batas di WILKERSTAT

Wilkerstat adalah wilayah kerja statistik untuk kegiatan sensus dan survei yang diselenggarakan oleh BPS. Pesatnya pembangunan, tentunya menyebabkan banyak perubahan muatan pada wilkerstat BS. Pemutakhiran bentuk dan posisi peta digital Wilkerstat kali ini dipersiapkan untuk mendukung pendataan yang diselenggarakan BPS.


Wilkerstat merupakan sebuah aplikasi yang berbasis internet dan android dan dibuat khusus untuk BPS (Badan Pusat Statistik). Penyusunan peta wilkerstat menggunakan teknologi geospasial, kutipan dari Isra Natalisa Ginting, Kepala Subdirektorat Pengembangan Pemetaan Statistik yang sekaligus ketua panitia kegiatan. Beberapa teknologi yang dimanfaatkan diantaranya citra satelit, perangkat Global Positioning System (GPS), dan Geographic Information System (GIS).

Pada awal perekrutan petugas juga dilakukan secara online yaitu dengan bidang isian Pemeta, Pengawas. Pada setiap desa di Kecamatan Tlogowungu terdapat 2 (dua) orang petugas pemeta yang dapat menguasai android, memiliki Ponsel berbasis android dan mengatahui internet.

 

Pelatihan setelah semua petugas pemeta dan pengawas tercover digelar di Hotel New Merdeka Pati secara bertahap. Pelatihan sendiri dilakukan selama 2 (dua) hari dan tidak diijinkan untuk menginap, namun bisa pulang kerumah kediaman masing-masing.

Muatan dalam Wilkerstat sendiri untuk para Petugas Pemeta terdapat 2 (dua) pilihan, yaitu SLS/Non SLS (RT) dan Tutupan Lahan (Tuplah). Karena tugas dari pemeta sendiri adalah mentracking batas SLS/Non SLS  dan Tutupan Lahan.


Pada pentrackingan Tutupan Lahan dan SLS/Non SLS inilah Pemeta harus berjalan menelusuri titik yang ada dalam Peta yang disediakan oleh BPS dalam Wilkerstat. Sehingga akurasi pada pembuatan dan pengiriman Tagging foto pada titik lokasi dapat akurat.